Sabtu, 15 Desember 2012

Pedasnya Cabai Sehatkan Jantung

manfaat cabe pedas
Studi terbaru menunjukkan bahwa kandungan dalam cabai pedas bisa memiliki manfaat signifikan untuk melindungi seseorang dari penyakit jantung.

Studi yang dipimpin oleh Profesor Zhen Yu Chen dari Chinese University of Hong Kong itu diungkapkan dalam forum National Meeting of American Chemical Society ke-243 di San Diego, Amerika Serikat.

Dari pengujian mereka semakin terbukti, senyawa capsaicin yang memberikan rasa pedas pada cabai mampu meningkatkan kerja organ jantung.

Zat-zat capsaicinoid dalam capsaicin dapat mengurangi akumulasi kadar kolesterol pada tubuh, dengan meningkatkan kerusakan pada lemak jahat, kemudian membuangnya keluar lewat feses. Capsaicinoid memblokir cyclooxygenase-2, suatu gen yang membuat pembuluh arteri berkontraksi dan dapat menghalangi aliran darah ke jantung.

Capsaicinoid pun efektif memicu penurunan lemak di pembuluh darah. Lemak ini dapat mempersempit arteri dan memicu penyakit jantung atau stroke. Kesimpulannya, zat yang tergolong dalam capsaicinoid membantu meningkatkan kerja jantung dan kesehatan pembuluh darah.

Meski demikian, diingatkan Chen, konsumsi cabai yang berlebihan juga tidak direkomendasikan bagi kesehatan para penderita penyakit jantung. Sebab, cabai memang bukanlah pengganti dari obat-obatan penyakit jantung yang telah ada saat ini.

"Pada dasarnya diet yang baik adalah diet yang seimbang. Cabai ini mungkin bisa dibilang sebagai suplemennya," imbuh pakar ilmu gizi dan pangan tersebut

Makanan Terlalu Pedas Merusak Lambung

makanan pedes
Makanan pedas memang membangkitkan selera sekaligus menimbulkan rasa penasaran. Tak heran bila produk keripik pedas berlevel terus diburu orang meski saat menyantapkan mulut serasa terbakar. Namun mereka yang sudah mengalami masalah pencernaan disarankan untuk menghindari produk makanan yang terlalu pedas.

Yang perlu disadari, setiap orang memiliki kepekaan usus berbeda-beda. Pada mereka yang menderita gangguan pencernaan, menurut dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD, ahli pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tidak disarankan terlalu sering mengonsumsi produk makanan yang pedas karena bisa memperburuk masalah pencernaannya.

"Hati-hati untuk yang punya masalah pencernaan," katanya dalam surat elektronik. Ia menceritakan pengalaman pasiennya yang mengalami keluhan lambung setelah mengasup produk keripik pedas.  "Setelah saya teropong ternyata ditemukan luka di lambungnya," imbuhnya.

Konsumsi makanan pedas yang terlalu sering dapat menyebabkan permukaan lambung menjadi rapuh dan mudah mengalami luka. Penyakit itu disebut gastritis alias mag, yang terjadi karena adanya peradangan pada lapisan lambung. Pasalnya, lambung yang sering ditimpa makanan pedas mengakibatkan lapisan-lapisannya menipis dan rentan terkena infeksi.

Untuk masyarakarat yang tetap ingin mengonsumsi makanan super pedas, dr.Ari menganjurkan unuk mencampurnya dengan makanan lain supaya efek pedasnya berkurang.  "Sebaiknya juga siap-siap dengan obat pelindung dinding lambung atau mukoprotektor," katanya.

Rasa pedas dari cabai berasal dari zat capcaisin, menurut dr.Ari sebenarnya bermanfaat bagi tubuh. Antara lain sebagai penghilang rasa sakit, anti radang, meningkatkan nafsu makan, serta melancarkan buang air besar. Tetapi jika berlebihan tentu berbahaya.

"Dalam praktek sehari-hari saya pun tidak pernah melarang orang untuk tidak makan pedas hanya jangan berlebih-lebih dan bagi yang sedang mengalami sakit di ulu hatinya untuk menghindari sementara," paparnya.

Lebih lanjut ia meminta agar produsen makanan pedas memberikan informasi peringatan di kemasan produknya akan gangguan pencernaan. Ia juga mengharapkan agar rasa pedas dalam produk makanan dibatasi.

Hindari Ini untuk Pencernaan Sehat

masalah pencernaan
Perut kembung, konstipasi, atau bersendawa, merupakan sedikit dari gangguan pencernaan yang banyak dialami masyarakat dan membuat mereka harus berurusan dengan dokter atau rasa tidak nyaman sepanjang hari.

Padahal, perubahan pola makan sederhana dan gaya hidup sudah cukup untuk membuat pencernaan kembali normal. Berikut adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya Anda hindari untuk memiliki pencernaan yang sehat.

1. Menunda buang air besar

Konstipasi alias kesulitan buang air besar dengan tuntas merupakan masalah yang paling banyak terjadi. Penyebab utamanya kebanyakan karena kita terbiasa menunda keinginan untuk ke belakang, baik karena tidak nyaman dengan toiletnya atau karena merasa rasa mulas nanti akan datang lagi.

"Tubuh kita mencerna sepanjang hari dan setelah kita makan ia akan mengirim sinyal yang pada dasarnya meminta agar ruangan di perut di kosongkan. Dengarkan tubuh Anda," kata Amanda Pressman, ahli pencernaan.

2. Makan terlalu malam

Makan atau ngemil terlalu dekat dengan waktu tidur bisa meningkatkan rasa nyeri atau panas (heartburn) yang merupakan gejala dari asam lambung berlebih. Hal itu terjadi karena saat kita berbaring datar makanan mudah terdorong kembali ke kerongkongan.

3. Kurang konsumsi serat

Para ahli merekomendasikan agar kita mengonsumsi 25 gram serat setiap hari. Manfaat serat adalah membantu gerakan usus besar lebih teratur sehingga pola BAB juga teratur, dan mencegah sembelit.

4. Kebanyakan air saat makan

Meneguk terlalu banyak air di waktu makan bisa menyebabkan perut kembung seperti halnya kebanyakan makan. Selain itu terlalu banyak minum air juga akan memicu gejala relfux dengan mendorong isi lambung ke kerongkongan. Minum cukup air memang baik untuk mencegah dehidrasi, tetapi hindari terlalu banyak minum saat makan.

5. Membersihkan usus

Sebagian orang merasa mengonsumsi obat-obatan pencahar lebih efektif untuk membersihkan usus. Padahal, dalam kondisi normal sistem pencernaan kita mampu melakukan "pembersihan" itu hanya dengan cukup makan sayur dan buah. Lagipula obat-obatan laksatif atau pencahar bisa menyebabkan adiksi sehingga usus menjadi malas.

7 Makanan Terbaik untuk Pencernaan

makanan Sehat
Dalam memilih makanan terbaik untuk kesehatan pencernaan, mungkin yang terpenting adalah makanan itu tidak menyebabkan gejala atau keluhan apa pun. Dengan kata lain, makanan yang bagus itu bisa membuat proses pencernaan lebih mudah.

Apa saja makanan yang bagus dan makanan yang sebaiknya dihindari demi pencernaan sehat? Berikut saran dari para ahli.

Terbaik

1. Sayur dan buah
Makanan ini adalah sumber serat yang akan melancarkan proses pencernaan dan pembuangan. Sebaiknya kita mengonsumsi serat 20 - 30 gram setiap hari atau setara dengan 5-7 sajian buah dan sayur.

2. Biji-bijian utuh
Sumber makanan biji-bijian utuh antara lain beras merah dan gandum. Namun nasihat ini mungkin tidak berlaku untuk mereka yang punya penyakit kronik seperti sakit celiac atau sensitif pada gluten.

3. Pisang
Pada dasarnya semua jenis buah bagus untuk pencernaan, tetapi pisang sangat dianjurkan karena tidak mengiritasi perut. Buah ini juga disarankan untuk mereka yang sedang menderita diare atau mual dan muntah.

4. Air
Konsumsi air yang cukup sangat diperlukan untuk membantu pencernaan sehat.

5. Jahe
Herbal dan rempah seperti jahe, pepermint, atau turmeric adalah sahabat bagi perut yang sedang bermasalah. Buatlah teh jahe untuk meredakan gangguan pencernaan.

6. Sumber probiotik
Probiotik mengandung bakteri baik yang akan mengembalikan keseimbangan bakteri jahat di usus. Sebaiknya pilih produk yang mengandung bakteri hidup seperti yogurt dan kefir.

7. Sumber prebiotik
Prebiotik adalah sumber makanan probiotik yang diperlukan untuk bakteri baik. Prebiotik ditemukan pada biji-bijian utuh, bawang, asparagus, dan kacang lentil.

Sebaliknya, hindari makanan yang akan memicu gejala refluks dan rasa nyeri di tenggorokan seperti makanan pedas, alkohol, kafein, soda, atau mengandung lemak jenuh tinggi.

Kamis, 13 Desember 2012

Hubungan Batuk Dan Jantung

BAtuk dan jantung
Tak sedikit di antara Anda yang mungkin pernah bertanya apakah ada hubungan antara batuk dan penyakit jantung? Sekilas, dua kondisi ini sepertinya hal yang berbeda karena batuk berkaitan dengan organ pernafasan seperti tenggorokan dan paru-paru, sedangkan panyakit jantung jelas merupakan gangguan yang dialami organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh.

Namun pada kenyataannya, jantung dan paru adalah organ yang saling berkaitan. Demikian pula halnya dengan batuk dan penyakit jantung. Seperti dipaparkan dalam Mayo Clinic Family Health Book, batuk merupakan salah satu pertanda adanya gangguan pada jantung.   Berikut adalah sekilas penjelasan antara hubungan batuk dan penyakit jantung :

Batuk pada dasarnya adalah tindakan refleks naluriah atau mekanisme kerja tubuh untuk mengusir benda asing yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Bahkan, produksi lendir (ketika batuk) merupakan sebuah mekanisme perlindungan yang digunakan untuk tujuan yang sama. Namun, batuk yang keras dan terus-menerus (kronis) bisa disebabkan karena penyakit tertentu dan tidak boleh dianggap enteng.
Batuk kronis umumnya menjadi sebuah indikasi adanya infeksi saluran pernafasan. Tapi hal itu mungkin juga memiliki kaitan dengan penyakit jantung.

Umumnya, batuk diderita oleh mereka yang menderita saluran pernapasan atas atau bawah. Sebelum paru-paru dapat melaksanakan fungsi pertukaran oksigen dan karbon dioksida, udara yang kita hirup, terlebih dahulu melewati komponen dari sistem pernapasan seperti rongga hidung, faring, laring, tenggorokan, dan saluran bronkial.

Organ-organ pernapasan bisa meradang jika kita menghirup iritan seperti debu, bahan kimia, asap, atau penyebab penyakit mikroba. Kondisi ini mendorong sistem kekebalan tubuh untuk mengusir iritasi tersebut dengan lendir. Sistem kerja organ dari tubuh manusia bekerja secara kolektif. Begitu pula antara sistem pernapasan dan sistem peredaran darah, di mana jantung merupakan organ utamanya.

Jantung adalah organ pemompa yang memasok darah terdeoksigenasi ke paru-paru, yang kemudian dibawa pembuluh darah ke seluruh bagian tubuh. Jika kemampuan memompa jantung terganggu atau terserang penyakit, hal ini akan menimbulkan kongesti paru. Cairan di dalam paru-paru dan jantung dapat menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas atau tersengal-sengal.

Batuk dan gagal jantung


Untuk memahami hubungan antara batuk dan sakit jantung, Anda harus terlebih dahulu mengerti bagaimana jantung bekerja. Jantung manusia terbagi menjadi empat ruang (atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri dan ventrikel kiri).

Melemahnya miokardium atau otot jantung akibat penyakit arteri koroner adalah salah satu penyebab paling umum dari gagal jantung kongestif. Penyakit jantung koroner ditandai dengan terbatasnya aliran darah ke jantung karena penumpukan plak arteri. Meskipun hal ini menyebabkan otot jantung melemah, sehingga meningkatkan risiko gagal jantung kongestif, penebalan otot jantung karena tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan efek yang sama.

Penyakit arteri koroner juga meningkatkan risiko serangan jantung. Serangan jantung adalah suatu kondisi yang mengancam jiwa di mana penyumbatan arteri koroner menyebabkan kerusakan pada bagian dari otot jantung. Sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada dan edema adalah gejala karakteristik dari gagal jantung kongestif.

Gagal jantung dapat terjadi pada salah satu sisi bagian jantung, misalnya gagal jantung bagian sisi kiri atau gagal jantung bagian sisi kanan. Jika gagal jantung terjadi pada pompa bilik kiri jantung, maka darah akan mengumpul dan menumpuk di paru (kongesti). Kongesti inilah yang menimbukan sesak napas dan batuk. Akibatnya, kantung udara sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida bisa terisi dengan cairan, sehingga mengganggu fungsi paru-paru.
Batuk, mengi dan sesak napas adalah gejala umum dari pulmonary edema (edema paru). Edema paru adalah penumpukan abnormal cairan dalam kantung udara paru-paru yang menyebabkan sesak napas.

Sementara serangan batuk dapat berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan, alergi, asma atau gangguan paru-paru. Dalam beberapa kasus, gagal jantung kongestif mungkin sebenarnya bertanggung jawab sebagai penyebab batuk kronis. Mereka yang mengalami gejala seperti batuk dan sakit jantung harus mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh untuk menegakkan hasil diagnosa.

Cara Martha Tilaar Membuat Jamu Gendong Naik Kelas

Para perempuan peracik dan penjual jamu gendong butuh dukungan untuk berkembang. Bukan hanya mengembangkan kemampuan dirinya untuk mandiri, namun juga meningkatkan kualitas jamu yang diproduksinya. Selain itu juga agar mereka lebih peduli dengan penampilannya, dan memahami cara merawat dirinya.

Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan, PT Martina Berto Tbk, mengajak 75 perempuan dari kelompok jamu gendong di kawasan Tegal Parang, Mampang, dan Taman Mini Indonesia Indah, untuk mengikuti Pelatihan Laskar Jamu Gendong di Kampoeng Djamoe Organik (KaDO), Cikarang, Jawa Barat.

Pelatihan ini sekaligus menjadi cara Dr Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group dan inisiator KaDO, untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap perempuan yang disebut sebagai Laskar Jamu Gendong. Terutama untuk memberdayakan perempuan dalam melestarikan jamu, sekaligus memeringati hari jadi ke-75 yang dirayakan 4 September.

"Kalau diasah, para laskar jamu pasti bisa lebih baik, dan jamu gendong yang berkualitas bisa masuk ke kampung-kampung," tutur Dr Martha, di sela pelatihan yang berlangsung di Pendopo Bali, KaDO, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2012).

Hefriyan Handra, Research and Development Manager PT Martina Berto Tbk mengatakan, pelatihan jamu gendong ini bukan kali pertama dilakukan Martha Tilaar Group. Namun, mendatangkan laskar jamu gendong untuk mengikuti empat jam pelatihan di Kampoeng Djamoe Organik merupakan program perdana yang dilakukan MTG.

Pelatihan jamu gendong merupakan agenda tahunan yang telah menjaring 200 laskar jamu gendong. Selain pelatihan, MTG juga menggelar festival untuk laskar jamu gendong. Festival ini menjadi cara meningkatkan kualitas jamu, agar minuman jamu semakin diminati masyarakat sebagai minuman kesehatan yang terjamin mutunya, termasuk di kalangan menengah atas .

"Pelatihan di Kampoeng Djamoe mengenalkan dasar-dasar herbal, untuk membuka wawasan para laskar jamu gendong. Juga me-refresh kembali pengetahuan mereka mulai dari bahan baku sampai kemasan," jelasnya kepada Kompas Female.

Menurutnya, para penjual jamu perlu memiliki pengetahuan mengenai minuman jamu yang higienis. Dengan begitu, para perempuan pembuat dan penjual jamu tetap bisa menggunakan cara sederhana untuk memproduksi jamu yang higienis.

Selain persoalan higienitas, pelatihan laskar jamu gendong juga mengasah kemampuan mengembangkan produk jamu.

"Biasanya mereka menjual jamu beras kencur, kunyit. Di sini mereka bisa belajar membuat jamu lidah buaya untuk mengembangkan produk jamunya," jelasnya.

Kampoeng Djamoe Organik yang ditanami sekitar 650 tanaman obat dan kosmetik (Toka), juga menjadi sumber inspirasi bagi kaum ibu pembuat jamu. Keragaman toka yang ada bisa menginspirasi kaum ibu untuk menanam sendiri di rumah, termasuk untuk bahan baku jamu.

"Ekspektasinya mereka bisa meningkatkan cara membuat jamu dan menularkan kepada yang lainnya, serta menjadi inspirasi," tambahnya.

Belajar dari praktisi di KaDO, para perempuan penggerak ekonomi skala home industry dan pelestari jamu ini juga bisa mengenali cara memilih bahan baku yang tepat agar khasiat jamu tak berkurang atau bahkan hilang.

"Kebanyakan penjual jamu tahu bahan baku tapi tidak peduli. Mereka memilih bahan baku seadanya. Saat jualan mereka juga menggunakan botol plastik yang berulangkali dipakai, bukan botol kaca. Pemilihan bahan dan kemasan yang kurang tepat ini bisa memengaruhi khasiat jamu," jelas Hefriyan.

Tak hanya mendapatkan teori, perempuan peserta latihan membawa pulang pengalaman dan inspirasi untuk hidup sehat dan cantik dengan cara alami menggunakan tanaman obat dan kosmetik, dari kawasan konservasi keanekaragaman hayati seluas 10 hektar yang menjadi paru-paru kota di kawasan industri.

Sehat ala Kampoeng Djamoe Organik

Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) seluas 10 hektar yang menjadi paru-paru kota di kawasan industri Cikarang, dapat menjadi salah satu inspirasi hidup sehat alami untuk keluarga.Area konservasi 650 spesies tanaman Obat, Kosmetik, Aromatik (OKA) yang didirikan PT Martina Berto Tbk ini tak hanya fokus membudidayakan OKA, namun juga menjadi pusat pelatihan budidaya organik untuk berbagai kalangan.
Tak hanya itu, untuk mengedukasi masyarakat mengenai tanaman OKA, Martha Tilaar Group juga mengembangkan tanaman obat herbal dalam pot, yang bisa menginspirasi keluarga Anda untuk hidup sehat lebih alami.

Dari 30.000 spesies tanaman di Indonesia, 3.000 di antaranya berkhasiat sebagai tanaman obat. Melihat potensi ini Dr Martha Tilaar, founder dan chairwoman Martha Tilaar Group menghijaukan tanah gersang di kawasan industri Cikarang menjadi area konservasi yang menginspirasi. Salah satunya, menanam obat herbal dalam pot.

Dedi Sopiandi, supervisor KaDO, menjelaskan Martha Tilaar Group mengembangkan resep obat herbal yang didapat dari leluhur, menjadi konsep yang lebih praktis sesuai kebutuhan kalangan awam.
"Obat herbal dalam pot ini sebenarnya merupakan resep leluhur namun kami kembangkan dengan memberikan inspirasi menanam obat herbal di rumah melalui cara sederhana," jelas Dedi, di sela kunjungan media ke KaDO, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2012) lalu.

Menurut Dedi, siapa pun bisa membudidayakan tanaman obat di rumah dengan cara sederhana ini. Obat herbal dalam pot ini merupakan penggabungan penanaman beberapa tanaman obat dalam satu pot untuk membantu mengobati penyakit tertentu. Jenis tanaman obat disesuaikan dengan resep obatnya.

Dedi mencontohkan, untuk mengobati batu ginjal, Anda bisa menanam empat jenis tanaman obat dalam satu pot sekaligus. Setiap pot dilengkapi dengan resep untuk membuat obat herbal mengatasi batu ginjal. Tanaman obat yang dimaksud di antaranya: kaji beling, kumis kucing, meniran, dan kunyit.
"Empat tanaman ini bisa ditanam dalam satu pot besar atau kecil, siram rutin, lalu saat dibutuhkan untuk pengobatan, petik daun sesuai resepnya," jelasnya.

Berbagai resep dan jenis tanaman obat ini tersedia di KaDO. Namun, menurut Dedi, obat herbat dalam pot ini tidak dijual. Pengunjung KaDO bisa meniru cara KaDO dalam menanam tanaman obat dan resepnya.

"Obat herbal dalam pot yang ada di sini tidak dijual tapi dikembangkan untuk memberikan inspirasi sekaligus mengedukasi pengunjung yang datang. Tanaman obat ini bisa didapatkan di mana saja, beberapa tanaman liar juga bisa. Jadi, jika ingin menanam sendiri di rumah, sangat mudah mencari tanamannya di mana saja," ungkapnya.

Berbagai obat herbal dalam pot ini memiliki ragam pilihan resep. Mulai resep mengatasi batuk, demam, hingga diabetes. Untuk mengatasi demam misalnya, cukup menanam tanaman obat pegagan, remujung, jinten, jahe dalam satu pot. Lalu ramu obat batuk alami sesuai resepnya. Begini membuatnya:

1. Siapkan satu genggam pegagan, satu genggam daun remujung, daun jinten lima lembar, dan rimpang jahe segar dua ruas.
2. Rebus semua bahan sesuai takarannya tadi dalam air bersih dua gelas (sebaiknya gunakan wadah dari tanah untuk merebus). Angkat rebusan saat air tersisa setengahnya.
3. Sesudah dingin saring dan biarkan beberapa menit.
Untuk mengatasi demam, minum ramuan herbal ini sebanyak setengah gelas, setiap pagi dan sore. Anda bisa menambah gula dan madu agar lebih nikmat.

Ramuan Alami Atasi Jerawat

Ramuan Obat Jerawat
Sekitar 650 spesies tanaman yang dibudidayakan di Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar di Cikarang, memberikan inspirasi hidup sehat alami. Tanaman obat, kosmetik, aromatik yang dikembangkan bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan namun juga berkhasiat untuk kecantikan.

Tentu saja perawatan yang teratur menggunakan bahan alam menjadi kunci keberhasilannya. Anda bisa menanam sendiri di rumah tanaman yang bermanfaat untuk perawatan kulit, seperti mengatasi jerawat. Dengan begitu, Anda bisa memetiknya kapan saja saat merasa membutuhkannya, dan membuat ramuan alami darinya.

Dalam buku aneka resep jamu mengatasi berbagai penyakit, Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar, memberikan inspirasi merawat kulit mengatasi jerawat menggunakan tiga bahan alam. Yakni jeruk nipis, mentimun, temu lawak. Selain bisa menanam sendiri beberapa tanaman, seperti jeruk nipis, Anda juga bisa mendapatkan bahan alam ini di supermarket atau pusat belanja lainnya.

Jeruk nipis dan mentimun, dapat Anda gunakan untuk merawat jerawat di permukaan kulit. Sementara temu lawak, bisa diseduh dan mengobati jerawat dari dalam tubuh. Berikut cara mengolah tiga bahan alam ini menjadi ramuan untuk mengatasi jerawat:

Ramuan jeruk nipis:

Pilih jeruk nipis yang telah tua satu buah, lalu belah. Aplikasikan untuk menggosok muka yang berjerawat, satu kali sehari sebelum tidur.

Ramuan mentimun:
Ambil satu buah mentimum, potong menjadi 2-3 bagian. Aplikasikan pada wajah dengan menggosok muka yang berjerawat satu kali sehari sebelum tidur.

Ramuan temu lawak:
Siapkan dua jari temu lawak, cuci bersih lalu iris. Ambil asam dua jari dan gula merah dua jari. Rebus semua bahan dengan empat gelas air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan kemudian saring. Minum satu gelas ramuan ini dua kali sehari.

Ramuan dari Jeruk Nipis Atasi Batuk

Ramuan Jeruk Nipis
Beberapa jenis batuk, termasuk batuk pilek, bisa diatasi dengan ramuan sederhana menggunakan jeruk nipis. Anda tentu telah mengenal ramuan ini secara turun temurun, namun bagaimana dengan dosisnya? Untuk batuk pilek, jeruk nipis juga perlu diramu dengan cara tepat agar bisa membantu mengatasi gangguan kesehatan ini.

Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar mengumpulkan resep ramuan alami dari tanaman obat, dan merangkumnya menjadi buku Aneka Resep Jamu untuk Mengatasi Berbagai Penyakit (diterbitkan untuk kalangan terbatas dalam kegiatan KaDO). Ada dua ramuan mengatasi batuk dan batuk pilek menggunakan satu bahan yang mudah didapatkan, yakni jeruk nipis.

Mengatasi batuk

Ambil satu buah jeruk nipis, diperas, airnya ditambah kecap atau madu dengan porsi sama banyak, lalu aduk sampai rata. Ramuan sederhana ini dikonsumsi tiga kali sehari, dengan takaran satu sendok makan untuk orang dewasa. Anak-anak juga aman mengonsumsi ramuan ini, namun berbeda takarannya, yakni satu sendok teh diminum tiga kali sehari.

Mengatasi batuk pilek
Bahan:
* 3 sdm air jeruk nipis.
* 3/4 gelas air teh kental.
* Gula batu sebesar telur ayam.
Cara membuat: Campur semua bahan, diaduk sampai larut.
Cara pemakaian:
* Orang dewasa: tiga kali sehari satu ramuan.
* Anak-anak: tiga kali sehari 1/2 cangkir.
* Ramuan ini tidak untuk diberikan kepada balita.

Tak Semua Batuk Perlu Obat

Obat Batuk
Batuk telah menyebabkan ribuan orang berobat ke dokter setiap tahunnya dibandingkan dengan gejala yang lebih spesifik lainnya. Obat batuk yang dijual bebas pun termasuk obat yang paling laris.

Sudah jelas masyarakat sangat peduli pada batuk yang dideritanya dan sangat percaya pada obat batuk. Padahal, beberapa penelitian tidak menemukan kaitan antara obat yang dikonsumsi dengan kesembuhan batuk.

Badan pengawasan obat sudah melinsensi obat batuk lebih dari 50 tahun lalu, tetapi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang membuktikan obat tersebut memang efektif mengatasi batuk.

Berikut adalah beberapa penelitan seputar obat batuk.

- Studi analisa yang dilakukan tahun 2010 tidak menemukan bukti yang mendukung pentingnya penggunaan obat batuk yang dijual bebas. Ini termasuk obat jenis supresan seperti dextromethrophan, atau ekspektoran yang dimasuksudkan untuk mengeluarkan lendir di saluran napas.

- Pada tahun 2006, The American College of Chest Physicians melakukan survei mengeni sejumlah obat batuk yang diteliti dalam beberapa dekade. Tidak ditemukan bukti bahwa obat itu bisa menyembuhkan batuk yang disebabkan oleh virus.

Penting untuk memahami bahwa riset-riset tersebut tidak membuktikan bahwa obat batuk tidak bekerja. Melainkan, mereka tidak menemukan bukti-bukti. Terbuka kemungkinan penelitian di masa depan yang bisa membuktikan obat batuk memang membantu.

Karena ketiadaan bukti tersebut, pada tahun 2008 Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan bayi dan balita tidak memerlukan obat batuk dan flu. Perusahaan farmasi juga diminta mengubah label dalam obat yang dijual bebas dan menyebutkan bahwa obat flu dan batuk hanya untuk anak di atas usia empat tahun.

Para dokter anak di AS juga menyarankan agar orangtua tidak memberikan obat flu dan batuk pada anak berusia di bawah 6 tahun. Sayangnya menurut surveri terbaru lebih dari 60 persen orangtua di AS memberikan obat batuk dan flu pada anak mereka yang berusia kurang dari dua tahun.

Lantas, jika obat batuk memang tidak efektif mengapa obat ini tetap laris dan populer? Menurut John E.Heffner, ahli paru dan mantan presiden American Thoraric Society, bagi kebanyakan orang obat batuk memberikan rasa tenang.

Saat kita menderita batuk parah, apalagi pada anak, kita merasa perlu melakukan sesuatu untuk menghilangkannya. "Jika ada obat yang dijual bebas yang bisa kita pakai, kita akan merasa lebih punya kontrol," katanya.

Kebanyakan orang juga merasa lebih baik beberapa hari setelah minum obat batuk sehingga mereka berasumsi obatnya bekerja. "Faktanya, batuk itu memang sembuh sendiri. Obat hanya membantu sedikit," imbuhnya.

Walau obat batuk tak banyak membantu, tetapi efek samping obat ini kecil, termasuk untuk anak berusia di atas 6 tahun. Tetapi orang yang batuknya tidak sembuh dalam lima hari sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Berhati-hatilah dalam menggunakan obat batuk dan flu. Kemungkinan kelebihan dosis sangat besar karena seseorang mungkin mengonsumsi lebih dari satu produk obat tanpa menyadari keduanya mengandung zat yang sama.
Yang juga banyak terjadi seseorang minum melebihi dosis yang dianjurkan karena merasa batuknya tak juga reda. "Jika dosis yang dianjurkan tidak membantu, menambah dosis apalagi," katanya.

Pada batuk yang sudah kronik, Heffner menyarankan untuk mencoba obat supresan. Pada beberapa pasien hal ini bisa membantu.

Pengobatan tradisional seperti menambahkan sedikit madu pada teh hangat sebenarnya cukup efektif meredakan batuk, terutama pada anak-anak.

Batuk sebenarnya bukan penyakit tetapi cara tubuh untuk mengeluarkan kelebihan lendir atau iritan lainnya. Tetapi tetap saja kita merasa lebih nyaman jika meminum sesendok obat batuk, entah obat itu bekerja atau tidak.